Showing posts with label vintage art. Show all posts
Showing posts with label vintage art. Show all posts

Wojtek Siudmak

Wojtek Siudmak, seorang seniman asal Polandia, menetap di Perancis pada tahun 1966 dan dianggap sebagai salah satu wakil utama dari realisme fantastis (seperti MC Escher, L. Fini dan lain-lain). Dia sendiri mengaku sebagai seorang realis hyper fantastis, bersungguh-sungguh menempatkan orisinalitas ke dalam lega.
realisme warna, menyatukan visi irreal dengan seni naturalistik yang berakar pada surealisme yang diwakili oleh Dali S. Dali, R. Magritte dan P. Delvaux. Siudmak dekat dengan Dali oleh kecemerlangan dalam menggambarkan ilusi ruang tiga dimensi, dengan rasa cahaya dan bayangan serta perspektifnya linier dan ringan. Siudmak menambah ekspresi seni tradisional kepada suatu pandangan yang realis sangat pribadi dan murni, di mana penelitian ke dalam kesempurnaan tersedia pada penggunaan dan imajinasi yang sangat orisinil.
jauh dari hiruk pikuk teori dan mode, seni Siudmak yang berkembang di suatu ruang yang pribadi. Dalam tradisi visioner sejarah, seni nya bersinar dengan keahlian menggambar, ia mempesona dengan inspirasi jarang, tidak konvensional, dan kekayaan intelektual yang mendalam. Sebuah alam semesta yang unik, penuh dengan simbolisme pribadi, diisi dengan konstruksi imajiner, yang aneh dan tak terduga namun semuanya terjalin. Sesuai dengan tradisi teknis Renaissance, Siudmak mengajak kita pada perjalanan tak terbatas di seluruh dunia fantastis nya alam semesta. Ada motto nya berlaku: hanya mimpi yang memungkinkan kita untuk melupakan hambatan dapat diatasi".

Usugrow



Usugrow mulai berkarya sejak tahun 1993 sebagai illustrator untuk flyer flyer band punk rock di kotanya. dan sekarang dia masih berkarya sebagai commercial artist yang menangani album cover, brand pakaian, skate deck dan masih banyak lagi.
ilustrator keturunan jepang ini sudah sering melakukan pameran di seluruh dunia dan ilustrasi hitam putihnya dengan mudah dikenali masyarakat dunia.
gaya ilustrasinya dipengaruhi oleh 'Cholo' seorang writer asal Los Angeles dipadukan dengan kemampuan spiritual kaligrafi Jepang.
karya karyanya selalu berbasis pada perpaduan garis yang unik dan detail, lettering yang sangat unik, tengkorak, mawar, yin dan yang, juga yang paling menjadi ciri khasnya hitam putih.

D*Face


D*Face atau nama aslinya adalah Dean Stockton lahir dan besar di London. tidak heran hal itu membuat ia tertarik dengan graffiti dan street art. ia sangat tertarik dengan subway art dan spraycan art dan juga pernah masuk di Trasher magazine karena karyanya untuk sebuah skateboard deck. hal hal seperti itu membat dia tertarik dengan seni sticker dan bergaul dengan skateboarder dan punk community.
ia juga berkerja sebagai freelance ilustrator disamping ia mengerjakan proyek street artnya. hal hal seperti Jim Philips, hip hop, punk music, dan kartun yang sedang populer adalah inspirasi yang menjadi bahan bahan karyanya sehari hari.
ia menggunakan teknik dan medium berbeda beda dalam tiap karyanya. tujuannya adalah bukan hanya menciptakan karya yang enak dilihat tapi juga untuk membuka mata untuk melihat apa yang mengelilingi kita di kehidupan kita.
contoh 'ulah'nya adalah membuat uang bergambar Queen Elizabeth II yang sudah dimodifikasi dan membiarkannya mengalir dalam sirkulasi uang dan menunggu masyarakat menyadarai apa yang dilakukan D*Face untuk uang mereka.
pameran yang mengangkat namanya adalah pameran Death & Glory yang diadakan di StolenSpace Gallery pada tahun 2006, kemudian pameran Eyecons, at O Contemporary di Brighton pada tahun 2007 juga menuai sukses.
ia merupakan seorang kurator gallery Outside Institute, sebuah gallery yang memfokuskan pada street art. kemudian Outside Gallery pindah dan mengganti namanya menjadi Stolen Space Gallery.

Hisashi Tenmyouya


Full story and more artworks after the jump

Hisashi Tenmyouya adalah salaha satu artist berbakat yang diakui dunia. pria kelahiran jepang ini mempunyai gayanya yang unik.
gayanya mencampurkan budaya jepang kuno dan budaya jepang moderen. contohnya seperti membuat gundam dengan corak jepang kuno di tubuhnya, membuat para samurai bermain sepakbola, dan membuat sebuah graffiti dari hurf kanji.

sebuah 'clash' diantara dua elmen yang berbeda itu menghasilkan sebuah karya yang unik. banyak artworksnya yang memakai gaya jepang kuno, yaitu: gaya Ukiyo-e. visit Hisashi Tenmyouya HERE.



80%

nama aslinya Julie Hill. mahasiswi digital design yang mempelajari web design, animation, dan video di Midwestern. perempuan asal Cincinnati Ohio, USA ini sangat mudah terinspirasi dari karya orang lain.
namanya adalah 80% (80 Perecnt). nama itu mempunyai arti sendiri. jika dilihat, karya-karyanya tampat tidak selesai. menurutnya itu sudah cukup karena akan meninggalkan kesan yang manis. websitenya diupdate setiap minggu. ia ingin sekali mengupdatenya secara harian, tapi waktu dan jadwal tidak memungkinkan.
seniman idolanya adalah Nigel Dennis. dalam membuat karya, ia selalu bereksperiman menggunakan berbagai metode. contohnya adalah berbagai macam illustrasti mulai dari collage, lukisan, dan semacamnya.
ia suka sekali menggambar burung dan menuangkan musik dalam karyanya. penggemar indi rock ini pernah berkerja sama dengan Heartless Bastards, Oddica, Classic Hardware, Rockpile Magazine dll. karya karyanya pernah dipamerkan di New York, London, Los Angeles, Cleveland, Louisville, Cincinnati dan Ann Arbor.

More pics after the jump

James Jarvis


James Jarvis lahir di London pada tahun 1970 dan tumbuh dengan dicekoki komik-komik macam Asterix dan Judge Dredd. komik-komik seperti itu membuatnya tertarik terhadap illustrasi dan kartun, ia mulai terjun ke dunia art.
MORE AFTER THE JUMP

ia kemudia mempelajari illustration di Unversity Of Brighton dan Royal College Of Art, London. setelah lulus, ia bekerja sebagai illustrator internasional yang menangani klien seperti nokia dan sony. ia juga membuat berbagai pameran yang menajubkan, salahsatunya di Parco Gallery, Jepang.
pada tahun 1998 ia membuat sebuah karakter bernama "Martin" untuk fashion designer bernama Silas dari perancis. tak disangaka, karakter Martin sangat booming di paris. Martin berkembang menjadi sebuah vinyl toys. setelah urusan di pengadilan, jarvis memenangkan kepemilikan hak cipta Martin dari silas. tetapi Jarvis tetap memproduksi Martin untuk Silas, seperti "Tatto Me Keith" dan "Bearded Prophet".
karena sangat boomingnya karakter buatan Jarvis, ia membuat sebuah perusahaan yang didedikasikan untuk mainan bernama "Amos". setelah pembuatan perusahaan itu, Jarvis dan Silas merekrut para designer untuk membuat berbagai versi dari karakter "Martin". so far, karakter yang telah diproduksi antara lain seperti Punk Rocker, Zombie, Wrestlers, dan lain-lain. di tahun 2006 kemarin, Amos mempublikasikan komik bernama "Vortigern's Machine" yang menampilkan kisah Rusty dan Wiggs. seluruh karakter komik designnya seperti Martin.

karya jarvis akhir-akhir adalah sebuah animasi pendek untuk Nike. ia berkerjasama dengan Richard Kenworthy dan Caribou untuk musiknya. karyanya ini menuai banyak pujian dan kesuksesan.
Kunjungi JARVIS dan AMOS.

Klaus Voormann



Klaus Voormann (1938), commercial artist, graphic designer, dan illustrator asal jerman ini sudah menjadi salah satu artist yang masih bisa bertahan di dunia moderen. anak dari seorang dokter dan salah satu dari enam bersaudara ini mempunyai darah seni yang mengalir deras.
Voormann yang yang terbiasa mendengarkan musik jazz seperti Nat King Col tergila-gila pada rock n roll setelah melihat pertunjukkan The Beatles. demi menyelidiki musik rock n roll, Voormann mendekati The Beatles selama yang ia mampu. Voormann diundang oleh George Harrison untuk tinggal bersama George dan Ringo di flat, Green Street sebelum menemukan apertemennya sendiri. ia kembali ke Hamburg dan memebentuk beat band.
sekembalinya ke London, John Lennon menawarkan Voormann untuk membuat album cover untuk album baru The Beatles, Revolver. tawaran itu disanggupinya. gaya "Scrapbook College" di dalam pikirannya dituangakan dalam album cover Revolver, The Beatles. manager The Beatles, Brian Estepain menyukai design album cover itu dan segera memakainya. meskipun ia hanya dibayar £40, hasil karyanya itu menerima Grammy Awards. pada waktu yang hampir sama, Voormann juga mendesign album cover debut Bee Gees yag sangat kental kesan psychedelicnya dan berwarna.
selain pekerjaanya sebagai commercial artist, Voorman juga bermain musik, tepatnya sebagai seorang bassist. beberapa artist dan band sudah pernah memakainya sebagai bassist, seperti Lou Reed, James Taylor, Carly Simon, James Nillson, Manfred Mann, dan Plastic Ono Band. Voormann juga bermain bersama George Harrison di Concert For Bangladesh pada tahu 1972. kembali ia bermain di Concert For George, sebuah tribute concert untuk George Harrison di tahun 2002. ia juga bermain di beberapa album ex-The Beatles, seperti Imagine-nya John Lennon dan album Ringo-nya Ringo Star.
Voormann, Harrison, dan Jesse Ed Davis di Concert For Bangladesh (1971)


setelah keluar dari bisnis musik, ia konsentrasi kepada keluargannya dan tinggal di Munich. Voormann juga konsetrasi kepada perkerjaannya sebagai commercial artist. sampai sekarang, ia sudah membuat beberapa album cover untuk berbagai band dan musisi seperti Jimi Hendrix, Trio, Turbonegro dan lain-lain. ia juga menjual karya-karyanya secara online di SINI.

Chris Parks



Pale Horse adalah sebuah studio design seperti Hydro74. dalang dibalik semua produk-produk Pale Horse adalah Chris Parks. Chirs Parks adalah full time graphic designer jebolan dari Ringling College Of Art and Design yaang berasal dari USA.
Awalnya, Pale Horse adalah sebuah studio tato yang dikerjakan Chris dan temannya. Chris yang mendesign tatonya dan temannya yang menato. selang dua tahun, mereka berpisah. pada 2008 kemarin Pale Horse dibuka kembali, tetapi Chris hanya bekerja sendirian. ia mengubahnya menjadi sebuah studio design, galeri seni, dan toko mainan vinyl. bahkan, sekarang ia menjual t-shirt secara online dari webnya.
Menurutnya, ia memlih menjadi designer karena terlalu malas menjadi pekerja kantoran atau buruh dan tidak terlalu pintar untuk menjadi dokter atau pengacara. inspirasi-inspirasinyanya berasal dari poster propaganda jaman dulu, gambar-gambar di deck skateboard, topeng-topeng asia, seni-seni vintage, dan yang pasti adalah tato.
Pale Horse dan Hydro74 berkerjasama dalam membuat ajang kontes design dan pameran art bagi artist-artist yang ingin menunjukkan kemampuannya, namanya adalah Back In Black. kolaborasi ini sudah dilakukan selama dua kali.
Selain event Back In Black, pameran seni dari Pale Horse sendiri telah direspon postif dan disponsori oleh brand-brand terkenal seperti Scion, Red Bull, Kingpin Tatto Supply dan masih banyak lagi. selain itu Chris Parks juga pernah berkolaborasi dengan Nike, Vans, Etnies, Red Bull, Hurley, Joker Brand, Mattel, The Cartoon Network, Iron Fist Clothing . kesempatannya untuk mengadakan pameran di USA pasti akan disambut postif. ia juga rajin menulis blog.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP