Showing posts with label classic. Show all posts
Showing posts with label classic. Show all posts

Michael Whelan


Since 1980, Michael Whelan has been one of the world's premier fantasy and science fiction artists. He is currently working full time on his fine art paintings, but in the past three decades he has created more than 350 book and album covers for authors and artists like Isaac Asimov, Anne McCaffrey, Sir Arthur C. Clarke, Stephen King, the Jacksons, Sepultura, and MeatLoaf. His clients have included every major U.S. book publisher in addition to such diverse companies as National Geographic, Roadrunner Records, and The Franklin Mint.

A graduate of San Jose State University with a BA in Painting and a President's Scholar, Michael Whelan went on to attend the prestigious Art Center College of Design also in California, but he dropped out to accept his first book cover assignment. The most honored artist in his field, Whelan has won an unprecedented 15 Hugo Awards (Science Fiction's Oscar), 3 World Fantasy Awards, and the SuperHugo as the Best Artist of the last 50 years. This year he was inducted into the Science Fiction Hall of Fame as the first living artist to be named to the small but highly distinguished company, which includes such luminaries as H.G. Wells, Jules Verne, Ray Bradbury, Steven Spielberg, Rod Serling, and Ursula K. Le Guin. The readers of LOCUS magazine (for SF insiders) have named him Best Professional Artist 27 times in their annual poll, including 2009. In addition to countless Best of Show and Best Artist Awards from SF and Fantasy conventions and regional art shows, Michael was named a Grand Master by the Spectrum Annual of the Best in Contemporary Fantastic Art. His other awards include a Gold Medal from the Society of Illustrators, a Vargas Award, and a Grumbacher Gold Medal.

Michael has had 4 art books published as well as numerous limited edition prints, posters, calendars, and licensed products such as greeting cards, t-shirts and sculptures. He is a member of the Graphic Artists Guild and the Society of Illustrators in New York City, and he is an Adviser to the Masters in Fine Arts program at Western Connecticut State University in Danbury, Connecticut.

The stunning color and composition of Michael Whelan's illustrations and his dedication to bringing an author's words to life have brought him fans throughout the world. Now that he is devoting all his time to his own visions, he has found many new collectors in the fine art world. His "gallery" paintings of his personal work are still infused with his signature "sense of wonder," but they are rich in symbolism and offer many layers of meaning to be explored.

Jos A. Smith



Jos. A. Smith is a fine artist and illustrator whose work has appeared in exhibitions and many books for children and young adults. He is a Professor of Fine Art at Pratt Institute in New York. more after the jump







Wojtek Siudmak

Wojtek Siudmak, seorang seniman asal Polandia, menetap di Perancis pada tahun 1966 dan dianggap sebagai salah satu wakil utama dari realisme fantastis (seperti MC Escher, L. Fini dan lain-lain). Dia sendiri mengaku sebagai seorang realis hyper fantastis, bersungguh-sungguh menempatkan orisinalitas ke dalam lega.
realisme warna, menyatukan visi irreal dengan seni naturalistik yang berakar pada surealisme yang diwakili oleh Dali S. Dali, R. Magritte dan P. Delvaux. Siudmak dekat dengan Dali oleh kecemerlangan dalam menggambarkan ilusi ruang tiga dimensi, dengan rasa cahaya dan bayangan serta perspektifnya linier dan ringan. Siudmak menambah ekspresi seni tradisional kepada suatu pandangan yang realis sangat pribadi dan murni, di mana penelitian ke dalam kesempurnaan tersedia pada penggunaan dan imajinasi yang sangat orisinil.
jauh dari hiruk pikuk teori dan mode, seni Siudmak yang berkembang di suatu ruang yang pribadi. Dalam tradisi visioner sejarah, seni nya bersinar dengan keahlian menggambar, ia mempesona dengan inspirasi jarang, tidak konvensional, dan kekayaan intelektual yang mendalam. Sebuah alam semesta yang unik, penuh dengan simbolisme pribadi, diisi dengan konstruksi imajiner, yang aneh dan tak terduga namun semuanya terjalin. Sesuai dengan tradisi teknis Renaissance, Siudmak mengajak kita pada perjalanan tak terbatas di seluruh dunia fantastis nya alam semesta. Ada motto nya berlaku: hanya mimpi yang memungkinkan kita untuk melupakan hambatan dapat diatasi".

Frank Frazetta



RIP: February 9, 1928 – May 10, 2010
The immensely talented and influential fantasy and science fiction artist Frank Frazetta has passed away yesterday, May 10th 2010. Frazetta's signature illustrations and paintings often featured brawny swordsman and savages, beautiful scantily clad women, beasts and fantasy monsters. He is mostly known with his works that depict the Death Dealer, Tarzan, Robert E Howard's Conan The Barbarian and his covers of Warren Publications magazine.


Many of Frazetta's paintings worth big amount of money and often sell in million dollar range. He also created the album covers for numerous bands, Molly Hatchett, Nazareth, Yngwie Malmsteen, Wolfmother and film posters for What's New Pussycat? and The Fearless Vampire Killers among others. In 2003, a documentary about him and his work entitled Frazetta: Painting With Fire has been released.

Jim Fitzpatrick



Fitzpatrick adalah seorang seniman terkenal Irlandia  dengan spesialisasi Irish Celtic Art. karyanya yang paling terkenal adalah potret dua-warna Che Guevara diciptakan pada tahun 1968 dan berdasarkan foto oleh Alberto Korda. 

Pada tahun 1978, dia menulis ilustrasi buku berjudul The Book Of Conquest, yang menceritakan kembali sebuah siklus mitos Irlandia, The Lebor Gabála Érenn. Buku ini menceritakan kembali legenda kedatangan Tuatha de Dannan ke Irlandia dan memerangi mereka dengan Fir Bolg, terkait dengan cerita linier melalui serangkaian ilustrasi rinci sangat cocok dengan sejarah dan keberanian yang terkandung dalam mitos. Hal ini penuh dengan scrollwork Celtic yang rumit dan knotwork. 


Hal ini diikuti oleh The Arm Silver, yang menceritakan kembali bagian-bagian lebih lanjut dari mitos Irlandia, kali ini berdasarkan akta Nuada dari Arm Silver dan perbuatan Lugh dalam pertengkaran mereka dengan Formor. buku kedua digambarkan dalam gaya lebih canggih, tidak begitu dekat dengan gaya buku komik. jilid ketiga, The Son Of Sun, terdaftar sebagai 'dalam persiapan' pada 2004, namun kadang-kadang konflik editorial menghalangi penampilannya. Jim menyebutkan bahwa kedua buku sebelumnya lebih ambisius diilustrasikan, tapi proyek tersebut dikurangi. Buku lain, 'Erinsaga', adalah kompilasi ulang dari karyanya, dari pekerjaan awal untuk buku-bukunya yang terkenal dan ilustrasi freelancenya, termasuk 'pembuatan ...' beberapa proyek.

Dia juga telah menghasilkan banyak karya seni untuk Thin Lizzy, untuk tahun 2000 album Sinéad O'Connor Faith And Courage dan untuk  The Darkness' 2003 single Christmas Time (Don't Let the Bells End).Jim sekarang bekerja dengan Real Irlandia Desain sebuah perusahaan yang memproduksi Kalender Celtic Irlandia dan perangkat makan.


Music Guide: The Doors

Review After The Jump
sebetulnya dulu saya hanya iseng mencoba coba lagu baru. kebosanan memang sering memuncak seiring mendengarkan lagu dan band yang 'itu-itu' saja. memang, saya sendiri tertarik dengan hal hal yang berkaitan dengan hal yang biasa disebut sebagai "psikadelia"

The Doors. CD itu disodorkan begitu saja oleh teman saya "coba deh! lu pasti ketagihan" katanya. kemudian saya mencoba untuk mendengarkan seluruh lagu yang ada dalam album hadiah teman saya itu. saya mulai merasakan bahwa band ini beraura gelap, gloomy, creepy seperti halnya Jim Morrison sendiri.

ada dua lagu yang membuat saya sangat tertarik seperti sekarang pada The Doors. yang pertama adalah "Light My Fire" yang menjadi trigger keberhasilan dan kegilaan The Doors pada tahun tahun berikutnya. dan lagu kedua adalah lagu yang mempunyai tempat tersendiri dalam pikiran saya. yaitu lagu "The End"

The End adalah mahakarya dari The Doors yang sebenarnya. lagunya mempunyai aura gaib tersendiri. dari pada disebut sebuah lagu, "The End" lebih cocok disebut sebuah puisi, atau bahkan sebuah doa. banyak ironi, sejarah, nafsu, bahkan ramalan dalam lagu ini.

The blue bus is callin us
The blue bus is callin us
Driver, where you taken us

itu adalah sebuah bait dari lagu "The End". bisa jadi "The Blue Bus" dan "driver" adalah sebuah metafora untuk dewa kematian yang menjemput orang untuk dibawa ke alam maut. memang, ini adalah sebuah ironi dan ramalan, Jim Morrison meramalkan kematiannya sendiri pada lagu yang di albhum debutnya.

kemudian,

The killer awoke before dawn, he put his boots on
He took a face from the ancient gallery
And he walked on down the hall
He went into the room where his sister lived, and...then he
Paid a visit to his brother, and then he
He walked on down the hall, and
And he came to a door...and he looked inside
Father, yes son, I want to kill you
Mother...i want to...fuck you


ini lah yang membuat The Doors menjadi kontroversial dan demikian juga Jim Morrison. banyak yang yakin bahwa Jim Morrison sedang menggambarkan Oedipus Rex atau disebut Oedipus The King. Oedipus Rex adalah sebuah sastra karya Sophocles yang diceritakan sebagai anak dari raja Laius dan Jocasta. Oedipus membunuh ayahnya sendiri, kemudian menikahi dan bersetubuh dengan ibunya sendiri. tidak sedikt yang mengira bahwa Jim Morrison adalah pengidap "Oedipus Complex".

saya rasa, lagu ini cukup liar. banyak yang menggambarkan ketakutan, kematian, creepy. tapi, di situlah point dari The Doors. tiap bait, tiap kata dari lagu The End selalu tergiang giang di kuping saya. memang sangat disayangkan, Jim masuk ke kategori artist yang meninggal di usia 27 bersamaan dengan Janis Joplin dan Jimi Hendrix.

The Doors memang memperkenalkan sisi "spiritual" yang terlupakan pada era era revolusi ini.

By: Mr.Lizard

Music Guide: Dark Side Of The Moon-Pink Floyd

Album Dark Side Of The Moon merupakan konsep album dari Pink Floyd sendiri awalnya. mereka mencoba untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang Instrumental Excursion yang merupakan ciri khas Pink Floyd pada masa Syd Barret. album ini sendiri mencoba untuk mengexplorasi sisi buruk dan unsur ketakutan manusia seperti konflik, keserakahan, kebencian, penuaan, dan mental illness. sisi mental illness sendiri merupakan inspirasi dari Pink Floyd dari Syd Barret yang keluar karena gangguan mental akibat terlalu banyak mengkonsumsi Acid. Dari unsur lagu, karakteriteriknnya dipenuhi dengan permainan Blues dan nada-nada prog-rock yang tinggi, bisa dibilang lagu-lagu Pink Floyd pada album ini memang patut masuk dalam salah satu album sukses sepanjang sejarah rock. setelah saya mendengarkan berkali-kali, ada empat lagu yang menarik di album ini....



"Time" dibuka dengan potongan lagu "Breath", kemudian dilanjutkan dnegan permainan gitar dari David Gilmour yang dalam kondisi epik dan solo-solo yang panjang.

"Great Gig In The Sky" two thumbs up buat vokal Clare Torry! lagu yang memperdengarkan orang yang sedang sekarat ini memang cocok untuk Clare Torry. "there's no lyrics. it's about dying." kata Roger Waters tentang lagu ini.

"Money" bisa dibilang sebagai kunci album ini. lagu ini sendiri memang menyindir kaum konglomerat inggris yang serakah. permainan gitar David Gilmour diuji di tengah-tengah lagu ini (di awal ia bisa santai) dan ia membuktikanya. permainannya di lagu ini susah untuk diikuti. not-not tinggi yang jarang (dan susah) dicapai untuk gitar lainnya.

"Brain Damage" lagu ini mendaat inspirasi dari keadaan mental Syd Barret sendiri yang rusak. kata-kata "andi if the band you're in start playing diffrent tunes" mengacu kepada kebiasaan Syd Barret yang memainkan satu kord saja sambil melihat kelangit-langit di saat konser akibat pengaruh acid. overfall album ini memang layak dibeli. tidak rugi untuk menghabiskan 170.000 rupiah untuk membeli album yang satu ini.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP